Latest News

kapitalisme dunia dan islam

Posted by Gilang Ramadhan on Sabtu, 25 Juli 2009 , under | komentar (0)



Apa substansi dalam sistem kapitalisme global dan kaitannya dengan ajaran islam?
pada masyarakat yang menganut kapitalisme menggunakan paham yang disebut liberalisme sebagai implementasi dari individualisme, tenet yang terdapat dalam liberalisme sebagai pondasi dari kapitalisme adalah rasionalisme, materialisme, riset, meliorisme, yang melahirkan idealisme hari ini harus lebih baik dari kemarin yang dapat memotivasi produktivitas kerja dan kompetisi yang ketat dan yang terakhir adalah demokratisasi sebagai tonggak utama dalam liberalisme, karena dalam paham liberalisme menentang adanya penguasaan aset-aset bisnis oleh negara dan persaingan tanpa pengawasan dari negara. pada sistem kapitalisme adanya kredit mutlak ada, karena kredit berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi, kemampuan untuk meminjam lebih besar merupakan investasi untuk mendapatkan keuntungan. namun adanya kredit terutama bagi negara-negara berkembang merupakan ajang bagi kepentingan adidaya untuk mendikte kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah negara yang berhutang, khususnya kebijakan investasi dan eksplorasi kekayaan alam yang dijadikan jaminan. pada kapitalisme juga terbuka wacana tentang sistem finansial internasional, lembaga-lembaga finansial internasional yang bekerjasama dengan otoritas moneter nasional saat terjadi krisis, yang saat ini diwakil oleh IMF sebagai pemelihara sistem perbankan internasional. yang intinya ingin membuat dunia dalam kekuasaan satu rezim kuat yang menguasai keuangan global__yang lazim disebut kerajaan abstrak__
pada poin-poin di atas, sebenarnya sebagian penerapan sistem kapitalisme dekat dengan ajaran islam__diluar konteks teori yang dipraktekkan oleh kapitalis__islam mengenal sistem khilafah (pan-islamisme) yang menginginkan dunia dalam satu imperium kerajaan islam, namun meliputi semua aspek, sedang kapitalisme hanya mewakili aspek ekonomi. dalam kapitalisme dikenal adanya masyarakat terbuka sebagai prasyarat adanya globalisasi/ dalam konteks islam dikenal adanya silaturahmi (hubungan antar negara), World Bank sebagai pengatur perekonomian dunia agar mencegah terjadinya penguasaan aset publik oleh negara dan menjamin kebebasan individu untuk bersaing dalam usaha, pemberian pinjaman bagi kompetitor yang kurang mapan bersaing karena tidak memiliki modal cukup (namun dalam islam tidak dikenal bunga yang dikenal adalah sistem bagi hasil) kepastian investasi usaha usaha dengan hukum yang pasti tentang pengaturan perijinan dan pelarangan eksplorasi secara berlebihan, akhirnya tak ada masyarakat yang berpangku tangan __zaman khalifah Harun Al Rasyid zakat tidak diperlukan karena masyarakatnya sudah makmur__namun, jauh panggang dari arang, jauh teori dari kenyataan, lagi-lagi kepentingan individulah yang lebih berperan sehingga tidak memikirkan keruntuhan orang lain yang menyebabkan semakin lebarnya kesenjangan negara miskin dan kara, antara dunia pertama dengan dunia ketiga. dan lebih disayangkan lagi perusahaan-perusahaan multinasional yang seharusnya menjaga stabilitas ekonomi dunia adalah penyumbang terbesar kehancuran dunia, yaitu penyokong senjata bagi negara-negara Adidaya demi kepentingan gold, glory, dan gospel mereka. hal senada dikemukakan Dr. Yusuf Qardlawi bahwa globalisasi merupakan westernisasi dunia atau Amerikanisasi dunia yaitu sebuah eufimisme dari penjajahan model baru Amerika terhadap negara-negara dunia ketiga khususnya perluasan filsafat materialistik sebagai tenet dari liberalisme.